Pengaruh teknik intervensi farmasis terhadap pengetahuan ibu-ibu tentang pemakaian antibiotika yang rasional di Kecamatan Kotagede, Yogyakarta

Abstrak

Antibiotika yang penggunaannya tidak rasional karena tidak disertaidengan informasi yang benar dan tepat akan menyebabkan timbulnya efek samping obat yang merugikan, resistensi kuman, superinfeksi, dan resiko kehilangan golongan antibiotika tertentu, Masyarakat pengguna antibiotika, haruslah mendapatkan informasi yang obyektif dan netral, menggunakan media dan bahasa yang mudah diterima, serta menjamin informasi tersebut efektif sampai kepada mereka. Penelitian ini bertujuan untuk membuat buku informasi tentang pemakaian antibiotika yang rasional, serta mengetahui pengaruh intervensi berupa pemberian buku dan penyuluhan terhadap pengetahuan ibu-ibu.
Penelitian ini bersifat Quasy Experiment dengan desain penelitian Pretest Posfesf With Controt Group Design. Sampel yang diambil adalah ibu-ibu di wilayah Kotagede Yogyakarta. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok diberi buku dan kelompok diberi penyuluhan. Sebelum dan sesudah intervensi dilakukan tes untuk mengetahui adanya perubahan pengetahuan untuk tiap kelompok sampel.

Data dianalisis dengan analisis deskriptif serta uji ANOVA untuk melihat perbedaan ketiga kelompok dari nilai Gain Score postes terhadap pretes.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian intervensi berupa buku dan penyuluhan berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan ibu-ibu, dengan dengan nilaip=9,666 < harga o (0,05). Pemberian intervensi berupa buku panduan pemakaian antibiotika lebih efektif meningkatkan pengetahuan ibu-ibu, namun secara statistik tidak signifikan dibandingkan intervensidalam bentuk penyuluhan, dengan nilaip=9,468 > harga o (0,05)
Kata kunci : antibiotika, rasional, pengetahuan, Kotiagede Yogyakarta.

PDF

UJI TOKSISITAS SUBKRONIS FRAKSI KLOROFORM DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius ROXB) SEBAGAI AGEN KOKEMOTERAPI DOKSORUBISIN TERHADAP FUNGSI JANTUNG

ABSTRAK

Fraksi kloroform daun pandan (Pandanus amaryllifolius) diketahui memiliki efek sinergis sebagai kokemoterapi doksorubisin pada sel kanker payudara MCF-7 dan T47D. Penelitian ini untuk mengetahui efek toksik subkrosis fraksi kloroform daun pandan dikombinasi dengan doksorubisin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tikus Sprague Dawly 1-2 bulan sebanyak 40 ekor dibagi dalam 8 kelompok yang terdiri dari kelompok sehat, kelompok pelarut, kelompok doksorubisin, dan empat kelompok perlakuan kombinasi doksorubisin dan fraksi kloroform. Setelah 30 hari dilakukan pemeriksaan biokimiawi darah trigliseride, LDL, HDL dan kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi doksorubisin dengan fraksi kloroform daun pandan tidak menyebabkan toksisitas terhadap jantung dan mampu menurunkan efek toksik doksorubisin terhadap jantung.

Kata kunci: toksisitas subkronis, fraksi kloroform daun pandan, tikus SD

PDF

Arti Lambang Poltekkes BSI

Lambang Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia terdiri dari empat komponen utama, yakni :

  1. Bunga anggrek.
  2. 5 (lima) lembar mahkota.
  3. Lingkaran putih dengan tulisan hitam dan bintang.
  4. Warna bunga kuning emas.

Arti lambang dari masing-masing komponen:

  1. Bunga anggrek sebagai bunga bangsa.
  2. 5 (lima) lembar mahkota artinya mengemban 5 sila Pancasila.
  3. Lingkaran putih dengan tulisan hitam dan bintang melambangkan niat suci abadi, mempunyai kekuatan yang bulat dan utuh bertujuan mengembangkan kemajuan bangsa dengan berbasis pada Ketuhanan Yang Maha Esa.
  4. Warna bunga kuning emas berarti Keagungan.

Setiap program studi memiliki bendera dengan warna dan arti sendiri :

  1. Program Studi Farmasi warna dasar kuning dengan arti keagungan.
  2. Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan warna dasar biru muda dengan arti mengayomi.
  3. Program studi Teknologi Transfusi Darah warna dasar merah dengan arti ketegaran abadi.